Senin, 24 Oktober 2016

6. Makna Individu, Institusi Perguruan Tinggi, Keluarga & Menyikapi Permasalahan Keluarga Sebagai Seorang Mahasiswa

6.1 Makna Individu Mandiri
Individu merupakan unit terkecil dari masyarakat, dalam ilmu sosial individu merupakan unit terkecil yang tidak dapat dibagi lagi dan dipisahkan. Dan individu selalu memiliki ciri - ciri yang berbeda-beda. Salah satu contohnya adalah Mandiri, Individu mandiri memiliki beberapa sifat mandiri. Mandiri adalah keadaan yang dapat berdiri sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain. Ini adalah sikap untuk tidak bergantung kepada orang lain yang melainkan mengajarkan diri sendiri untuk memiliki pendirian teguh atas keputusan. Dari hal ini individu harus belajar untuk mengembangkan diri sendiri maka dari itu individu yang mandiri harus memiliki beberapa cara untuk mengembangkan ilmu secara mandiri. 

6.2 Makna Institusi Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, institut, politehnik, sekolah tinggi, dan universitas. Arti dari Perguruan Tinggi sendiri adalah suatu pendidikan penyelenggaraan perguruan tinggi. Perserta didik perguruan tinggi adalah mahasiswa dan tenaga pendidik di perguruan tinggi disebut dosen. Perguruan tinggi sendiri dibagi menjadi 2 yaitu Perguruan Tinggi Swasta dan Perguruan Tinggi Negeri. Perguruan Tinggi swasta yaitu perguruan yang instansinya di kelola oleh pihak swasta sedangkan Perguruan Tinggi Negeri yaitu perguruan yang instansinya di kelola oleh negara. Institusi Perguruan Tinggi dapat dinilai dari akreditasi , akreditadi Institusi Perguruan Tinggi adalah proses penilaian terhadap institusi secara keseluruhan untuk mengetahui komitmen institusi terhadap kapasitas institusi dan efektivitas pendidikan, yang didasarkan pada standar akreditasi yang telah ditetapkan. Akreditasi dilakukan oleh BAN-PT terhadap semua perguruan tinggi di Indonesia.

 6.3 Makna Keluarga
Makna keluarga bagi saya adalah rumah berpaling dari segala urusan saya, segala keluah kesah saya, kebahagiaan saya, penyemangat saya, sahabat, teman serta orang tua yang selalu terkenang dalam hati disaat jauh maupun dekat. Keluarga berperan sangat besar bagi kehidupan kita, mereka adalah orang-orang yang akan selalu berada di samping kita di saat keaadaan apapun di hidup kita, diatas maupun dibawah.

 6.4 Menyikapi Konflik Dalam Keluarga
Dalam berumah tangga atau dalam keluarga tidak ada keadaan yang selalu harmonis, disitu kita diajarkan untuk bersikap lebih dewasa dalam keadaan apapun. Kita harus saling mengingatkan disaat ada salah satu yang salah ataupun ada masalah, kita diajarkan untuk saling membantu dalam keluarga satu sama lain, sebagai mahasiswa saya harus menyikapi konflik dalam keluarga untuk pembelajaran saya untuk menjadi seseorang yang lebih berfikir dewasa dan tidak kekanak-kanakan dalam menyikapi konflik.

Sabtu, 22 Oktober 2016

5. Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan

Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku.Adapun ciri-ciri dari masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut :

5.1 Sederhana
Masyarakat di pedesaan lebih sederhana dari pada masyarakat di perkotaan, hal ini di karenakan faktor ekonomi yang membuat mereka menjadi masyarakat yang sederhana. Namun hal ini juga membuat mereka belajar menjadi orang yang lebih sederhana walaupun mereka akan menjadi orang yang sukses di kedepannya.

5.2 Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku di daerahnya
Masyarakat di pedesaan rata-rata sangat menjunjung tinggi norma-norma di daerahnya. Hal ini di karenakan masyarakat pedesaan masih meyakini keyakinan dari nenek moyang atau peninggalan-peninggalan nenek moyang mereka, hal ini yang membuat mereka menjadi masyarakat yang lebih kokoh dalam kekeluargaan, namun mereka susah untuk berkembang dikarenakan hal keyakinan ini. Hal ini menyebabkan dampak positif dan dampak negatif untuk masyarakat di pedesaan.

5.3 Mempunyai sifat kekeluargaan
Kekeluargaan masyarakat di pedesaan sangat erat dikarenakan ajaran nenek moyang mereka yang meyakinkan untuk menjadi masyarakat yang menjunjung tinggi gotong royong untuk saling membantu sesama. Dari sini dapat dicontohkan dalam gotong royong bersih desa mereka banyak yang antusias dalam hal ini sehingga masyarakat pedesaan sangat di kenal dalam hal kekeluargaan.

5.4 Lugas atau berbicara apa adanya
Masyarakat pedesaan dikenal sebagai masyarakat yang apa adanya dan rata-rata mereka adalah orang yang terbuka dan ramah, mereka selalu mengangkat atau menjunjung tinggi kejujuran dalam bermasyarakat.

5.5 Tertutup dalam hal keuangan mereka
Hal ini dikarenakan masyarakat desa masi melakukan ajaran nenek moyang dalam menyimpan kekayaan, orang kota rata-rata sudah mengenal yang namanya menabung pada Bank namun orang pedesaan kebanyakan masih menyimpan keuangan mereka dalam sebuah peti, lemari atau brangkas.Mereka belum mengenal luas perbankan atau Bank dalam menabung.

5.6 Demokratis dan Religius
Masyarakat di pedesaan selalu menjunjung tinggi keagaaman dalam menjalankan ibadah mereka, mereka selalu mengadakan perkumpulan untuk saling mengajarkan keagamaan yang di turunkan oleh nenek moyang mereka. Sehingga masyarakat pedesaan sangat dikenal dalam hal Kereligiusan.

5.7 Menghargai orang lain
Dalam menghargai orang lain masyarakat pedesaan lebih care atau lebih peduli daripada masyarakat perkotaan yang lebih individualis, mereka selalu saling mengingatkan dalam hal apapun, maka dari itu mereka sangat dikenal dengan keramahannya.

Rabu, 19 Oktober 2016

4. Makna Individu, Keluarga & Masyarakat

4.1 INDIVIDU
Berasal dari kata latin “individuum” yang artinya tak terbagi atau satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Makna manusia menjadi Individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses Individualisasi atau aktualisasi diri merupakan proses peningkatan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa  mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu :
a.      aspek organik jasmaniah,
b.      aspek psikis-rohaniah
c.      aspek-sosial 
Bila terjadi masalah pada satu aspek maka akan mempengaruhi aspek lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan, yaitu : 
a.      menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya
b.      takluk terhadap kolektif
c.      memengaruhi masyaraka

4.2 KELUARGA
Diambil dari bahasa Sanskerta “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang berarti “anggota” yaitu lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang merupakan suatu komponen kecil dalam masyarakat. Kelompok inilah yang menghasilkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat. Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat berpengaruh secara langsung terhadap perkembangan individu sebelum maupun sesudah terjun langsung secara individual di masyarakat. Keluarga adalah kelompok yang sudah memiliki ikatan perkawinan atau pertalian darah dan hidup dalam satu rumah tangga dan di bawah asuhan seorang kepala rumah tangga. Individu dalam keluarga akan selalu berinteraksi dalam berkmunikasi antar sesama anggota keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki peranan masing-masing. Berbagai peranan dalam keluarga adalah sebagai berikut : 
a. Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. 
b. Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.  
c. Peranan Anak : Anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangan baik fisik, mental, sosial dan spiritual.
4.3 MASYARAKAT
Sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut dari pengertian menurut pandangan istilah society. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Menurut Drs. JBAF Mayor Polak, masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas sub kelompok. Jadi, masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Rabu, 12 Oktober 2016

3. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk Di Suatu Daerah Atau Negara

Pertambahan penduduk di suatu daerah di pengaruhi oleh beberapa faktor - faktor yaitu Faktor Kelahiran (Fertilitas), Faktor Kematian (Mortalitas), & Faktor Migrasi (Mobilitas). dari faktor - faktor tersebut akan muncul pendukung faktor tersebut maupun penghambat faktor - faktor yang timbul dalam pertambahan penduduk, serta munculnya dampak positif maupun negatif pada pertambahan penduduk pada suatu daerah.

3.1 Faktor Kematian (Mortalitas)
Kematian adalah hilangnya tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Banyaknya faktor mortalitas sangat di pengaruhi oleh faktor pendukung kematian (Pro Mortalitas) dan faktor penghambat (Anti Mortalitas).
3.1.1 Faktor Pendukung Kematian (Pro Mortalitas)
Faktor ini adalah faktor yang memperngaruhi besarnya jumlah kematian penduduk di suatu daerah atau Negara atau faktor yang mengakibatkan jumlah kematian yang semakin besar. Yang termasuk dalam faktor ini adalah :

  • Sarana kesehatan yang kurang memadai pada suatu daerah, sehingga penduduk pada daerah tersebut jika tidak tertangani dengan sarana yang baik maka faktor kematian akan meningkat. 
  • Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Hal ini yang mengakibatkan semakin banyaknya kematian pada suatu daerah di karenakan kesadaran masyarakatnya untuk segera berobat maupun periksa ke Puskesma, Rumah Sakit maupun Klinik terdekat pada daerah tersebut. Namun terkadang pada daerah yang penduduknya masih menganut suatu kepercayaan nenek moyang mereka lebih acuh tak acuh dengan hal tersebut, mereka lebih memilih pengobatan alternative yang belum tentu mengetahui apa yang mereka derita. 
  •  Terjadinya beberapa bencana alam. Bencana alam sangat berpengaruh besar dalam faktor mortalitas karena banyak merenggut nyawa makluk hidup. Seperti tanah longsor, banjir bandang, tsunami, gunung meletus dan lainnya. Hal ini mengakibatkan banyaknya manusia maupun hewan di suatu daerah banyak yang menjadi korban dan mempengaruhi faktor Mortalitas pada suatu daerah atau Negara. 
  • Terjadinya Peperagan. Peperangan juga sangat mempengaruhi faktor Mortalitas ini karena banyak menjatuhkan korban seperti contohnya di Palestina yang selalu di serang oleh Israel yang dikarenakan bedanya pandangan dalam hal keyakinan. Dan mengakibatkan banyaknya jatuhnya korban pada bangsa Palestina. 
  • Kecelakaan Lalulintas dan Industri. Kecelakaan pada saat ini sangat sering terjadi karena kurangnya perhatian masyarakat pada peraturan lalu lintas di jalan sehingga mengakibatkan terjatuhnya korban kematian. Dan kecelakaan industry juga banyak terjadi karena kurangnya safetynya pekerja industri dalam menjalankan pekerjaannya. 
  • Tindakan bunuh diri dan pembunuhan. Bunuh diri adalah tindakan yang tidak di kehendaki dalam sebuah agama karena hal ini sangat merugikan manusia, hal ini terjadi karena kurangnya pemikiran panjang atau pemikiran dewasa pada seseorang sehingga mereka melakukan hal ini. Dan tindakan pembunuhan manusia yang meningkat yang di karenakan adanya konflik antar individu maupun kelompok manusia yang berakibat balas dendam pada seseorang sehingga munculnya pemikiran untuk membunuh.
3.1.2 Faktor Penghambat Kematian (Anti Mortalitas)
Faktor ini sangat berpengaruh pada penghambat kematian penduduk pada suatu daerah yang ditentukan dalam beberapa faktor yang bersifat positif. Dan yang mempengaruhi tingkat kematian semakin rendah.

  • Lingkungan Hidup Sehat. Lingkungan pada suatu daerah juga sangat berpengaruh pada hal penghambat kematian, lingkungan yang sehat dan bersih akan menjadi suatu pengaruh besar pada kesehatan penduduk pada daerah tersebut. 
  • Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap. Fasilitas kesehatan sangat di butuhkan oleh penduduk di suatu daerah dikarenakan hal itu yang akan menunjang faktor kesehatan manusia pada suatu penduduk tersebut. 
  • Ajaran agama melarang buhuh diri dan membunuh orang lain. Nah dalam hal ini keyakinan manusia atau keimanan manusia sangat di uji maka mereka sebelum melakukan tindakan tersebut seharusnya mengingat kepercayaan mereka dan kerugian pada dirinya. 
  • Tingkat kesehatan masyarakat tinggi. Masyarakat sehat adalah impian semua orang di suatu daerah, maka dalam hal kesehatan penduduk maka seluruh orang juga berperan dalam mengingatkan kesehatan itu sangat penting maka faktor lingkungan dalam hal ini sangat berpengaruh. 
  • Tingkat pendidikan penduduk. Dalam hal ini pendidikan juga sangat berpengaruh. Tingginya tinggat pendidikan juga mengakibatkan tingginya tingkat kesehatan maupun pemikiran positif pada masyarakat akan kehidupan.
3.2 Faktor Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran adalah faktor bertambahnya suatu penduduk pada suatu daerah. Dalam bertambahnya suatu penduduk juga dipengaruhi oleh faktor penghambat (Anti Fertilitas) kelahiran penduduk dan faktor pendukung (Pro Fertilitas) kelahiran penduduk pada suatu daerah. 
3.2.1 Faktor Pendukung Kelahiran (Pro Fertilitas)

  • Nikah Muda , hal ini sangat berpengaruh besar pada tingkatnya kelahiran pada manusia, karena orang yang terkadang nikah muda ini berfikiran jika tidak segera menikah maka keluarga akan malu  
  • Umur kesuburan pada wanita, ini sangat berpengaruh dalam tingkatnya kelahiran pada manusia. 
  • Anak dianggap sebagai sumber tenaga atau penghasilan untuk membantu orang tua, hal ini yg disebut ketergantungan orang tua. Orang tua berfikir anak dapat membantunya melalui tenaga untuk menghasilkan pundi-pundi atau bantuan fisik. 
  • Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki, ini seringkali di ucapkan oleh masyarakat di sekitar kita, namun hal ini juga menimbukan dampak negative karena bertambahnya penduduk akibat banyaknya kelahiran. 
  • Anak menjadi kebangaan bagi orang tua, nah maksud dari kata ini adalah jika mertua atau orang tua akan lebih rekat dalam kekeluargaan juga berasal dari anak. 
  • Anggapan penerus keturunan adalah anak laki-laki, anggapan ini terkadang menjadi dampak pada bertambahnya kelahiran, jika mereka belum memiliki anak laki-laki mereka akan mempunyai anak lagi.
3.2.2 Faktor Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas)

  • Program KB atau di sebut juga program keluarga berencana, ini adalah program pemerintah untuk menghambat pertumbuhan kelahiran manusia secara cepat dan hal ini sudah di terapkan pada masyarakat modern dan telah berjalan juga pada masyarakat pedesaan walaupun belum semuanya melakukannya. 
  • Adanya ketentuan batas usia menikah, batas usia menikah ini juga berpengaruh pada penghambatan kelahiran yang di tentukan untuk wanita minimal menikah pada usia 16th dan pada laki-laki pada usia 19th. 
  • Anggapan anak akan menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini terjadi akibat ekonomi pada keluarga tersebut, maka keluarga tersebut berfikir untuk hanya memiliki beberapa anak saja. 
  • Adanya batasan tunjangan anak untuk PNS, hal ini di terapkan pemerintah untuk tunjangan anak maksimal 2 anak agar program keluarga berencana atau program KB yang di terapkan pemerintah agar terealisasikan. 
  • Penundaan kawin sampai pendidikan selesai dan mendapatkan kerja, ini juga mempengarujo dalam hal penghambatan kelahiran karena orang akan berfikir mapan dulu agar lebih mapan dalam hal ekonomi untuk keluarganya serta untuk ketenangan hidup. 
  • Makin tua umur wanita maka produksi mereka akan semakin menurun.
3.3 Faktor Migrasi (Mobilitas)
Migrasi atau mobilitas adalah perpindahan penduduk dari tempat satu ke tempat yang lainnya. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional maupun migrasi nasional, migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari satu Negara ke Negara yang lain sedangkan migrasi nasional adalah perpindahan penduduk dalam satu Negara tersebut saja. Faktor yang mempengaruhi migrasi antara lain :

  • Persediaan sumber daya alam, persediaan sumber daya alam ini sangat berpengaruh pada faktor mobilitas karena manusia akan berfikir jika dia pindah ke suatu daerah yang sumber dayanya besar maka mereka berfikir akan lebih makmur jika tinggal di daerah tersebut. 
  • Lingkungan sosial budaya, lingkungan yang nyaman sangat di damba-dambakan oleh banyak orang. Oleh karena itu banyak orang yang bergantung pada lingkungan yang menurut mereka sangat nyaman dan pengaruh sosial dan budaya yang positif yang mereka tuju. Maka dari itu hal ini sangat mempengaruhi faktor mobilitas. 
  • Potensi ekonomi, ekonomi adalah usaha untuk meningkatkan pendapatan dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi, dalam hal ini bisa di contohkan pada masyarakat perkotaan dan pedesaan. Masyarakat dari pedesaan banyak yang berpindah ke kota karena berfikir pendapatan di perkotaan akan lebih besar. Maka ini sangat mempengaruhi meningkatnya faktor mobilitas. 








2. Masalah - Masalah Yang Timbul Dalam Masyarakat Yang Terlibat Dalam Kenyataan - Kenyataan Sosial

2.1 Masalah Kependudukan
Masalah kependudukan yaitu masalah yang bermunculan berdasarkan faktor-faktor seperti halnya kelahiran, kematian dan perpindahan atau disebut juga dengan migrasi serta penuaan umur pada manusia. Disini saya akan membahas tentang masalah kependudukan masyarakat Indonesia yang semakin kompleks dikarenakan Indonesia merupakan Negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4 setelah Amerika Serikat. Disini jumlah penduduk yang tidak merata yang membuat semakin banyak permasalahan-permasalahan kependudukan. Tidak hanya itu faktot geografi, tingkat migrasi dan struktur kependudukan yang membuat masalah tersebut semakin kompleks. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia antara lain :
2.1.1 Faktor Demografis  
adalah faktor yang menjelaskan tentang bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu yang berdasarkan kelahiran, kematian, migrasi serta penuaan. Analisis kependudukan dapat ditujukan pada pendidikan, kewarganegaraan, agama maupun etnisitas tertentu pada penduduk. Faktor demografis ini dibagi menjadi beberapa bagian seperti :
1. Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population)
Besarnya jumlah penduduk di Indonesia sudah d sebutkan bahwa Indonesia merupakan urutan ke 4 terbesar di dunia setelah Amerika Serikat yang diurutkan dari China, India, Amerika Serikat dan yang ke empat adalah Indonesia. Dan dari tahunke tahun jumlah penduduk di Indonesia semakin bertambah. Dalam hal ini yang menyebabkan munculnya beberapa dampak dari kependudukan seperti dampak positif dan negatifnya. Dampak positif dari besarnya jumlah penduduk yaitu penyedia tenaga kerja dalam masalah sumberdaya alam, mempertahankan ketahanan Negara dari ancaman bangsa lain dan lain-lain. Namun selain dampak positif munculnya dampak negative juga hal yang tidak dapat dihindari dari permasalahan besarnya jumlah penduduk di Indonesia seperti munculnya konflik pada masyarakat seperti lapangan pekerjaan yang tidak seimbang serta luasnya tempat untuk tempat tinggal yang kurang dikarenakan pesatnya jumlah penduduk yang semakin bertambah serta berkurangnya daerah resapan air dan penyediaan sumberdaya alam yang tidak mumpuni serta menyebabkan banyaknya pengangguran yang dikarenakan jumlah lapangan pekerjaan yang sangat minim yang menyebabkan tingkat kemiskinan semakin meningkat. Oleh karena itu pemerintah harus menyiapkan perencanaan yang matang untuk menangani dampak tersebut. 
2. Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah dikarenakan dari sisi ini akan muncul beberapa masalah yang di sebabkan oleh laju pertumbuhan penduduk yang pesat. Dan pemerintah juga berpegang teguh dalam hal ini. Bagaimana cara pemerintah untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk tersebut. Pada saat ini sudah di terapkan promgram KB yang di ditangani oleh BKKBN. Sudah dilakukan survey dalam hal ini, program tersebut sudah lumayan berhasil dikarenakan dari tahun ke tahun jumlah penduduk semakin menurun.
3. Penyebaran Penduduk Yang Tidak Merata
Penyebaran penduduk yang tidak merata ini dikarenakan jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan luas wilayah di tempat tersebut. Dari sini banyak muncul faktor-faktor penyebaran penduduk yang seperti kesuburan tanah pada daerah tersebut yang dimanfaatkan untuk lahan bercocok tanam, iklim wilayang yang terlalu panas, terlalu dingin maupun terlalu basah juga banyak yang tidak menempati lokasi tersebut, banyak masyarakat yang bertempat tinggal di daerah datar, sumber air, transportasi, fasilitas dan pusat ekonomi juga berpengaruh dalam penyebaran penduduk yang tidak merata tersebut. Maka pemerintah harus memperhatikan hal tersebut untuk menyeimbangkan pernyebaran penduduk yang merata.
2.1.2 Faktor Non Demografis 
Adalah faktor yang menjelaskan tentang lingkungan penduduk seperti faktor ekonomi, faktor kesehatan, serta sumber daya manusia atau pendidikan yang di dapat oleh penduduk tersebut.
1. Tingkat Kesehatan Penduduk
Tingkat kesehatan penduduk yang rendah juga menjadi masalah besar bagi masalah kependudukan, angka kematian bayi akan menjadi sorotan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan tigkat kesehatan penduduk di suatu daerah, selama ini untuk menjaga kesehatan bayi dan balita pemerintah sudah menjalankan program posyandu yang sudah terbukti mengurangi tingkat kematian pada bayi dan balita serta campak maupun imunisasi buat balita yang menjadi harapan guna memperbaiki kondisi kesehatan pada penduduk di suatu daerah. Hal ini juga memperhatikan pada gizi anak pada daerah tersebut untuk mengurangi gizi buruk pada bayi maupun balita pada saat ini. Maka dari itu perbaikan dalam kondisi kesehatan harus semakin ditingkatkan. 


2. Pendidikan Yang Rendah
Pendidikan sangat berpengaruh bagi perkembangan sumber daya manusia, tingkat kesadaran masyarakat di Indonesia tergolong masih rendah. Namun hal ini juga menjadi masalah besar disaat masyarakat perbendidikan yang masi banyak menganggur. Tingkat pengangguran terbesar dialami oleh tamatan SMA/Umum. Maka dari itu perlunya tingkat pendidikan serta pendidikan non formal akan membantu untuk mengurangi pengangguran pada tamatan tingkat SMA. 
3. Penduduk Miskin Yang Semakin Meningkat


Meningkatnya kemiskinan ini dipengaruhi oleh tingkat pengangguran yang berasal dari tingkat pendidikan yang rendah. Dan karena itu tingkat kematian maupun gizi buruk semakin meningkat dikarenakan kemiskinan ini. Padahal Indonesia terbasuk Negara yang sumberdaya alamnya termasuk terbesar di dunia. Hal ini disebabkan oleh kurang perhatiannya pemerintah terhadap SDM Indonesia. Maka dari itu pemerintah harus memperhatikan kemakmuran rakyatnya demi terciptanya Indonesia yang merdeka.
2.2 Masalah Indivudu, Keluarga & Masyarakat
Masalah Individu , keluarga dan masyarakat ini masalah yang sulit di hindari dan sulit dipisahkan dari aspek hubungan sosial. Aspek-aspek tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat. Maka dari itu ketiga hal tersebut dapat dijelaskan secara terperinci seperti halnya :
1. Masalah Individu
Masalah Individu ini merupakan bagian terkecil dalam pembentuk masyarakat. Di dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkeciil dalam suatu kelompok mayarakat. Didalam individu ini sering terdapat konflik dalam suatu kelompok yang disebabkan oleh tingkah laku dan sifat yang bertentangan dengan peran yang dimilikinya dalam suatu kelompok masyarakat. Maka dari itu setiap individu perlu untuk melakukan penyesuaian perilaku untuk menciptakan individu-individu yang harmonis.
2. Masalah Keluarga
Didalam keluarga terdapat beberapa individu-individu seperti ayah, ibu, dan anak. Mereka memiliki sifat dan ciri yang berbeda dan mereka juga memiliki peran yang berbeda-beda dalam satu atap. Didalam keluarga juga sering sekali muncul sebuah masalah-masalah. Seperti contohnya pertengkaran ayah dan ibu, ayah dan anak maupun ibu dan anak. Hal ini disebabkan kurangnya komunikasi antar individu atau kelompok terkecil (keluarga) tersebut. Maka dari itu komunikasi, kerjasama maupun saling pengertian dalam suatu keluarga itu sangat diperlukan.
3. Masalah Masyarakat
Masalah dalam masyarakat ini lebih kompleks lagi dikarenakan masyarakat merupakan gabungan-gabungan dari beberapa individu. Masalah-masalah dalam masyarakat ini seringkali bermunculan dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain tingkatnya SDM, perkembangan ekonomi pada masyarakat, perkembangan industry dalam suatu daerah tersebut. Masalah dalam masyarakat ini membutuhkan perhatian khusu dari suatu kelompok seperti contohnya perhatian dari pemerintah daerah maupun Negara yang bersangkutan.
2.3 Masalah Hubungan Warga Negara & Negara
1. Warga Negara
Adalah orang-orang yang berada dalam wilayah suatu Negara yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan Negara. Masalah yang timbul dalam warga Negara yaitu contohnya seperti Gloria yang tidak diijinkan untuk mengikuti upacara bendera peringatan HUT RI kemaren yang dikarenakan Gloria memiliki warga Negara ganda. Namun dalam hal ini pemerintah telah menetapkan suatu undang” untuk kebebasan memilih kewarganegaraan.
2. Negara
Adalah sebuah organisasi yang memiliki kewarganegaraan untuk mengatur suatu kepentingan masyarakat luas yang di dalamnya terdapat rakyat, wilayah dan pemerintahan Negara tersebut. Masalah hubungan warga Negara dan Negara ini lebih komplek lagi dikarenakan masalah-masalah tersebut bermunculan dari masalah politik, sosial, ekonomi dan budaya pada warga Negara dari Negara tersebut. Masalah yang pernah muncul pada Negara kita contohnya dalam budaya Negara kita yang sempat di akui oleh Negara Malaysia, dalam hal itu pemerintah harus turun tangan dalam hal ini untuk membela budaya Negara kita.
2.4 Masalah Pelampiasan Sosial
Adalah pembedaan atau pengelompokan masyarakat secara meningkat. Dalam pelapisan sosial ini ada beberapa maslaah yang muncul antara lain:
1. Pelampiasan Kependudukan (Status)


Masalah yang muncul dalam pelapisan ini dapat dicontohkan di dalam suatu keluarga seperti konflik dalam pendidikan anak dalam suatu keluarga tersebut, seorang ayah yang tidak ingin melanjutkan studi anaknya dikarenakan dia telah gagal berkali kali namun ibunya menginginkan memberi kesempatan sekali lagi untuk anaknya.
2. Pelampiasan Kekayaan
Masalah dalam hal ini dapat digolongkan dengan dengan kepemilikan harta kekayaan. Seseorang yang memiliki harta kekayaan paling banyak maka dia berada pada lapisan kekayaan paling tertinggi. Dan demikian pula sebaliknya. Dan dalam hal ini banyak memunculkan kesenjangan sosial dalam masyarakat.
3. Pelapisan Pendidikan
Masalah yang timbul dalam hal ini di bedakan dalam hal tingkat pendidikan orang tersebut. Orang yg berpendidikan paling tertinggi maka dia akan berada dalam lapisan tertinggi dalam system lapisan pendidikan.
4. Pelapisan Kehormatan
Dalam pelapisan kehormatan ini yang di contohkan dalam masyarakat pedalaman atau masyarakat yang masih mempercayai nenek moyangnya pada zaman dahulu untuk lebih menghormati suatu keluarga yang memiliki kasta tertinggi. Dalam hal ini menyebabkan munculnya kesenjangan sosial.
2.5 Masalah Masyarakat Perkotaan & Pedesaan
Masalah Masyarakat perkotaan dan pedesaan ini sangatlah sering terjadi dikarenakan orang dari pedesaan banyak yang berurbanisasi dari masyarakatpedesaan ke perkotaan yang mengakibatkan suatu kota tersebut menjadi penuh penduduk dan wilayah dengan masyarakatnya berbading terbalik sehingga wilayah serapan air semakin berkurang dikarenakan rumah-rumah yang di bangun oleh masyarakat urbanisasi tersebut. Serta timbulnya kemacetan pada suatu kota yang diakibatkan penuhnya penduduk pada suatu kota tersebut. Mengapa masyarakkat pedesaan berpindah ke perkotaan ? hal ini disebabkan pemikiran orang pedesaan yang selalu memikirkan kesuksesan jika mereka berpindah ke kota. Maka dari itu pemerintah harus bisa merubah pola pikir masyarakat pedesaan yang berfikir jika mereka berpindah ke kota akan lebih sukses, namun mereka sebenarnya juga dapat sukses di desa mereka sendiri dengan membuka lapangan pekerjaan atau usaha sendiri atau usaha rumahan mereka serta pemerataan SDM pada suatu wilayah tertentu.
2.6 Masalah Pertentangan Sosial & Integrasi
1. Masalah Pertentangan Sosial
Masalah Pertentangan Sosial ini muncul dikarenakan adanya konflik yang dilatarbelakangi sejarah, faktor kepribadian, keyakinan, sosial ekonomi, pendidikan dan lain lain. Dalam konflik ini terdapat lebih dari satu pihak yang terlibat didalam konflik, pihak tersebut memiliki perbedaan-perbedaan kebutuhan, tujuan, masalah, nilai, sikap maupun gagasan yang berbeda, dan terdapat interaksi antara kedua belah pihak tersebut dalam perbedaan-perbedaan tersebut. Maka dari itu dalam hal ini juga terdapat solusi dalam pertentangan sosial ini seperti mengalah dari salah satu pihak, keluar dari zona pertentangan tersebut, atau keluar dan membentuk kelompok sendiri untuk menghindari konflik sosial tersebut.
2. Masalah Integrasi
Masalah dalam integrasi ini adalah pertimbangan dalam suatu masalah sampai kelompok mencapai keputusan yang memuaskan dalam kedua belah pihak tersebut. Dalam integrasi ini adalah pemecahan masalah yang lebih adil dan lebih dewasa. Dalam hal ini diperlukan pendekatan dalam masalah integrasi nasional dalam perspektif.