Rabu, 19 Oktober 2016

4. Makna Individu, Keluarga & Masyarakat

4.1 INDIVIDU
Berasal dari kata latin “individuum” yang artinya tak terbagi atau satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Makna manusia menjadi Individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses Individualisasi atau aktualisasi diri merupakan proses peningkatan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa  mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu :
a.      aspek organik jasmaniah,
b.      aspek psikis-rohaniah
c.      aspek-sosial 
Bila terjadi masalah pada satu aspek maka akan mempengaruhi aspek lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan, yaitu : 
a.      menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya
b.      takluk terhadap kolektif
c.      memengaruhi masyaraka

4.2 KELUARGA
Diambil dari bahasa Sanskerta “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang berarti “anggota” yaitu lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang merupakan suatu komponen kecil dalam masyarakat. Kelompok inilah yang menghasilkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat. Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat berpengaruh secara langsung terhadap perkembangan individu sebelum maupun sesudah terjun langsung secara individual di masyarakat. Keluarga adalah kelompok yang sudah memiliki ikatan perkawinan atau pertalian darah dan hidup dalam satu rumah tangga dan di bawah asuhan seorang kepala rumah tangga. Individu dalam keluarga akan selalu berinteraksi dalam berkmunikasi antar sesama anggota keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki peranan masing-masing. Berbagai peranan dalam keluarga adalah sebagai berikut : 
a. Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. 
b. Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.  
c. Peranan Anak : Anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangan baik fisik, mental, sosial dan spiritual.
4.3 MASYARAKAT
Sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut dari pengertian menurut pandangan istilah society. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Menurut Drs. JBAF Mayor Polak, masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas sub kelompok. Jadi, masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar